Jumat, 30 Juli 2010

Hacker facebook

VIVAnews - Seorang
hacker baru-baru ini
membuktikan betapa
mudahnya
mengumpulkan data
pribadi banyak orang
melalui Facebook.
Seperti dikutip dari situs
BBC, pakar keamanan
komputer bernama Ron
Bowes, baru-baru ini
berhasil menghimpun
data-data pribadi ratusan
juta pengguna Facebook
yang dibuka ke publik.
Bowes berhasil
mengumpulkan data-
data pribadi meliputi
nama pengguna
Facebook, alamat, serta
nomor telepon dari 100
juta pengguna Facebook
atau sekitar seperlima
seluruh pengguna
Facebook di seluruh
dunia.
Daftar yang disusun
Bowes memang
merupakan data yang
tidak disembunyikan oleh
para pengguna
Facebook. Namun, daftar
tersebut diunggah d
Pirate Bay, situs web
bagi-pakai file terbesar di
dunia, sehingga
penyebarannya menjadi
sangat cepat.
Hingga kini, sudah ada
lebih dari 1000 pengguna
yang telah mengunduh
daftar informasi pribadi
pengguna Facebook itu.
Namun, Facebook
agaknya tak begitu ambil
pusing dengan langkah
yang dilakukan oleh
Bowes.
"Setiap orang yang
menggunakan Facebook
memiliki informasi
pribadinya sendiri dan
punya hak untuk
menyiarkan apa yang
mereka inginkan, kepada
siapa mereka siarkan,
dan kapan mereka
siarkan," kata Facebook
kepada BBC.
"Dalam hal ini informasi
yang telah disetujui
untuk dipublikasikan,
dikumpulkan oleh
seorang pakar keamanan
(Ron Bowes-red) dan
data-data itu juga ada di
Google, Bing, atau mesin
telusur lainnya, termasuk
juga d Facebook,"
Facebook
menambahkan.
Jadi, menurut Facebook,
data-data yang
ditampilkan pada daftar
tersebut adalah data
yang memang bisa
diakses secara bebas di
internet. "Tidak ada data
pribadi yang dijebol dari
Facebook."
Namun, yang patut
menjadi perhatian adalah
bila para pengguna
Facebook yang data
pribadinya terungkap, tak
menyadari, karena tak
mengerti bagaimana
seharusnya menyetel
batasan privasinya di
Facebook.
Selain itu, apa yang
dilakukan oleh Ron
Bowes kali ini ternyata
juga hanya merupakan
langkah pendahuluan.
"Sejauh ini, saya hanya
mengindeks pengguna-
pengguna Facebook
yang bisa dicari. Lain kali
saya akan juga
mengindeks data-data
teman-teman mereka,"
kata Bowes, dikutip dari
TechCrunch.
Kalau saja rencana
Bowes kesampaian entah
berapa ratus juta lagi
data pengguna yang
akan terpapar di publik.
(hs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar